Suatu ketika ada seorang Kyai yg sangat menyukai burung beo. di mana burung beo tersebut di peliharanya mulai dari kecil di rumahnya, hingga ia bisa menirukan suara2 yg sering pak yai ucapkan, yaitu dzikirnya kepada tuhan, menebut asma Allah, mengucap Alhamdulillah, subhanallah, Allahu akbar, dan lain sebagainya. setiap pagi, siang, sore dn malam hari burung tersebut menucap kalimat2 itu. Apalagi sewaktu di beri makan olh pak yai burung tersebut mengucap alhamdulillah, Allahu Akbar dan lain sebagainya.
suatu ketika seorang santri di suruh pak yai memberi makan burung beo tersebut, akan tetapi santri tersebut lupa menutup kandang burungnya. Selang beberapa menit burung beo tersebut pun keluar dr kandan dan seketika di sabet (dimakan) oleh kuncing di dekatnya, tepat di hadapan pak yai. Kekk..kyieek..kek begitu suaranya. sejak saat itu pak yai yg dulunya selalu senyum dn ramah kini terlihat murung dan menekuk wajahnya.
santri santrinya pun kaget dan binggung melihat pak yai dan mereka berspekulasi (mengambil kesimpulan) bahwa pak yai sesih dan kecewa karena burung kesayanganya telah mati di makan kucing. Akhirnya para santri pun berinisiatif mencari dana dengan patungan (iuran) untuk mengganti burung pak yai. Burung beo pun di beli dan salah seorang santri menyerahkanya kepada pak yai :
Santri : pak yai ini para santri membelikan burung beo untuk pak yai, sebagai ganti burung beo yang telah mati kemarin. Bahkan ini lebih bagus dan pintar dr yg kemarin (uncap santri tersebut berharap pak yai akan gembira menerimanya)
Pak yai : oh,... Nak santri ini, anda kira saya sedih apa karena burung beo saya mati..? Bukan itu, kalau hanya burung beo saja saya masih bisa beli dan merawatnya lagi.
saya itu sedih karena burung beo yg pintar dn selalu mengucap dzikir, menyebut asma Allah ketika mati tak terdengar kalimat tahlil "LAA ILAHA ILALLAH". saya itu takut dan berfikir ketika saya dan nak santri sekalian mati, akankah mengucap kalimat itu. Apakah dzikir, sholawat, tahlil, tahmid, sholat dan puasa kita ini akan bisa menghantar kita mengucap kalimat "laa ilaha ilallah" saat meninggal ? Belum tentu nak santri, tidak ada yg tau apa yg terjadi kelak saat kita meninggal. tidak ada yg tau nak santri, kita sekarang selalu berdzikir dan melaksanakan puasa ramadhan belum tentu saat kita meninggal kelak kan membawa kalimat syahadad.
SUBHANALLAH....Sebuah kisah hikmah yg perlu kita renungkan, betapa dalam dan panjangnya pemikiran seorang Kiyai.
suatu ketika seorang santri di suruh pak yai memberi makan burung beo tersebut, akan tetapi santri tersebut lupa menutup kandang burungnya. Selang beberapa menit burung beo tersebut pun keluar dr kandan dan seketika di sabet (dimakan) oleh kuncing di dekatnya, tepat di hadapan pak yai. Kekk..kyieek..kek begitu suaranya. sejak saat itu pak yai yg dulunya selalu senyum dn ramah kini terlihat murung dan menekuk wajahnya.
santri santrinya pun kaget dan binggung melihat pak yai dan mereka berspekulasi (mengambil kesimpulan) bahwa pak yai sesih dan kecewa karena burung kesayanganya telah mati di makan kucing. Akhirnya para santri pun berinisiatif mencari dana dengan patungan (iuran) untuk mengganti burung pak yai. Burung beo pun di beli dan salah seorang santri menyerahkanya kepada pak yai :
Santri : pak yai ini para santri membelikan burung beo untuk pak yai, sebagai ganti burung beo yang telah mati kemarin. Bahkan ini lebih bagus dan pintar dr yg kemarin (uncap santri tersebut berharap pak yai akan gembira menerimanya)
Pak yai : oh,... Nak santri ini, anda kira saya sedih apa karena burung beo saya mati..? Bukan itu, kalau hanya burung beo saja saya masih bisa beli dan merawatnya lagi.
saya itu sedih karena burung beo yg pintar dn selalu mengucap dzikir, menyebut asma Allah ketika mati tak terdengar kalimat tahlil "LAA ILAHA ILALLAH". saya itu takut dan berfikir ketika saya dan nak santri sekalian mati, akankah mengucap kalimat itu. Apakah dzikir, sholawat, tahlil, tahmid, sholat dan puasa kita ini akan bisa menghantar kita mengucap kalimat "laa ilaha ilallah" saat meninggal ? Belum tentu nak santri, tidak ada yg tau apa yg terjadi kelak saat kita meninggal. tidak ada yg tau nak santri, kita sekarang selalu berdzikir dan melaksanakan puasa ramadhan belum tentu saat kita meninggal kelak kan membawa kalimat syahadad.
SUBHANALLAH....Sebuah kisah hikmah yg perlu kita renungkan, betapa dalam dan panjangnya pemikiran seorang Kiyai.







No comments:
Post a Comment