Social Icons

youtubetwitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts

Santri Baru

Suatu ketika ada seorang santri baru di pesantren, sebelum nyantri ia dulu pernah kuliah di sebuah universitas ternama di kotanya.
ia berlabuh ke sebuah kota kecil untuk sekedar belajar ilmu agama.
sesampainya di pesantren, ia pun langsung bergaul dg teman2 sebayanya dan memilih kamar dg teman yg seumuran saja.
singkat cerita, suatu ketika saat ia mulai mengaji, sebuah dialog ringan dg teman sekamarnya.

alex (santri baru) : hai apa kabar ?
furqon (teman sekamarnya) : alhamdllh baik, sudah mulai ngaji ?
alex : iya ini, kamu juga mau ngaji ?
furqon : iya, kok belum masuk ?
alex : sebentar masih tanggung, habisin rokok dule., (sambil tersenyum) nah kamu kenapa belum masuk ?
furqon: oh iya.. Sebentar lagi
alex : iya ntar masuk bareng aja, sambil nunggu uztadnya datang... Heee
emm btw kamu sudah lama mondok di sini ?
furqon : belum baru sebentar.
alex : oghh.. Nah umur kamu berapa ?
furqon : kelahiran 95 lah,
alex : oh 21 th ya. Brarti seumuran, aku malah 22 tahun. Hee
furqon : oh iya, udah masuk dulu yuk.
alex : oh iya.. Mari
__mereka berdua pun masuk. Furqon langsung duduk dn mengambil salam dg tesas.. ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB...
alex : lhoo (dg wajah binggung dn kaget) ia menggumam dlm hati "eh ternyata Ia uztadnya"

Alex seorang lulusan universitas ternama pun kagum dan memahami bahwasanya umur bukanlah jaminan kepandaian seseorang, siapa sangka umur yg lebih muda tp memiliki kepandaian dan ketaqwaan yg lebih. sebuah kisah seorang pencari....

Rindu Ayah

Suatu ketika ada seorang santri yg sedang kangen dan rindu pd kedua orang tuanya, ia merintih penuh berlimang air mata membayang kan kedua orang tuanya. hingga teman sekamar yg melihatnya pun ikut sedih, dan akhirnya ia menyarankan untk sowan pak yai.
akhirnya santri tersebut mengikuti saran temanya dan memberanikan diri sowan ke pak yai.
dengan rasa takut dan tubuh penuh keringat santri tersebut masuk ke "ndalem" (rumah pak yai)

santri : Assalamu'alaikum...
pak yai : walaikumsalam.., ada apa lee ?
santri : anu pak... (dg menunduk dn penuh rasa takut)
pak yai : iya kenapa..? ada sesuatu
santri : anu pak, saya pingin bertemu bapak.
pak yai : Ohh rindu sama bapak..? Hadiahkan fatihah utk ayah kamu, insyaAllah akan mengobati rasa rindu kamu pada orang tuamu.
bukan hanya orang yg sudah meninggal saja yg bisa di hadiahi fatihah, yg masih hidup pun bisa dan ini juga dapat nyambungaken manah kedua orang yg memberi fatihah dan di fatihahi.
santri : njih pak
pak yai : ya sudah sana..!!! jangan sampai ketinggalan fatihahnya, bukan hanya saat kangen saja akan tetapi setiap hari yoo... setiap habis sholat, di biasakan
santri : njih pak yai.

‪#‎hadiahkan‬ pada orang2 terkasih anda terutama pada orang tua anda, niscaya ia akan senang dan bahagia merasakanya.
Doakanlah mereka...!!!
Sebuah pengaduan seorang santri dengan kyainya. Semoga bermanfaat 

Pak Kyai dan Burung Beo

Suatu ketika ada seorang Kyai yg sangat menyukai burung beo. di mana burung beo tersebut di peliharanya mulai dari kecil di rumahnya, hingga ia bisa menirukan suara2 yg sering pak yai ucapkan, yaitu dzikirnya kepada tuhan, menebut asma Allah, mengucap Alhamdulillah, subhanallah, Allahu akbar, dan lain sebagainya. setiap pagi, siang, sore dn malam hari burung tersebut menucap kalimat2 itu. Apalagi sewaktu di beri makan olh pak yai burung tersebut mengucap alhamdulillah, Allahu Akbar dan lain sebagainya. 
suatu ketika seorang santri di suruh pak yai memberi makan burung beo tersebut, akan tetapi santri tersebut lupa menutup kandang burungnya. Selang beberapa menit burung beo tersebut pun keluar dr kandan dan seketika di sabet (dimakan) oleh kuncing di dekatnya, tepat di hadapan pak yai. Kekk..kyieek..kek begitu suaranya. sejak saat itu pak yai yg dulunya selalu senyum dn ramah kini terlihat murung dan menekuk wajahnya. 
santri santrinya pun kaget dan binggung melihat pak yai dan mereka berspekulasi (mengambil kesimpulan) bahwa pak yai sesih dan kecewa karena burung kesayanganya telah mati di makan kucing. Akhirnya para santri pun berinisiatif mencari dana dengan patungan (iuran) untuk mengganti burung pak yai. Burung beo pun di beli dan salah seorang santri menyerahkanya kepada pak yai : 

Santri : pak yai ini para santri membelikan burung beo untuk pak yai, sebagai ganti burung beo yang telah mati kemarin. Bahkan ini lebih bagus dan pintar dr yg kemarin (uncap santri tersebut berharap pak yai akan gembira menerimanya) 

Pak yai : oh,... Nak santri ini, anda kira saya sedih apa karena burung beo saya mati..? Bukan itu, kalau hanya burung beo saja saya masih bisa beli dan merawatnya lagi. 
saya itu sedih karena burung beo yg pintar dn selalu mengucap dzikir, menyebut asma Allah ketika mati tak terdengar kalimat tahlil "LAA ILAHA ILALLAH". saya itu takut dan berfikir ketika saya dan nak santri sekalian mati, akankah mengucap kalimat itu. Apakah dzikir, sholawat, tahlil, tahmid, sholat dan puasa kita ini akan bisa menghantar kita mengucap kalimat "laa ilaha ilallah" saat meninggal ? Belum tentu nak santri, tidak ada yg tau apa yg terjadi kelak saat kita meninggal. tidak ada yg tau nak santri, kita sekarang selalu berdzikir dan melaksanakan puasa ramadhan belum tentu saat kita meninggal kelak kan membawa kalimat syahadad. 

SUBHANALLAH....Sebuah kisah hikmah yg perlu kita renungkan, betapa dalam dan panjangnya pemikiran seorang Kiyai.