masih begitu banyak orang lapar di negri ini,
di pelosok dan kolong2 jembatan
di emperan jalan, meminta sesuap nasi.
tak punya tempat hanya menjadi gelandangan.
di pelosok dan kolong2 jembatan
di emperan jalan, meminta sesuap nasi.
tak punya tempat hanya menjadi gelandangan.
menetes air matanya...
bertanya, mengapa....???
bertanya, mengapa....???
sejenak alihkan pandanganku ke atas,
melihat langit yg kian mendung tertutup awan hitam
melihat gedung tinggi menjulang dengan tembok2 pembatas
untuk mereka yang pantas
melihat langit yg kian mendung tertutup awan hitam
melihat gedung tinggi menjulang dengan tembok2 pembatas
untuk mereka yang pantas
bukan untuk pekeerja keras yang berkulit hitam
perut yang gendut melembung di sana.
sama jua di pelosok dan kolong jembatan
tanpa gizi...itulah orang telah terbiasa
terlalu kenyang melihat pemimpin senang, membusung.
sama jua di pelosok dan kolong jembatan
tanpa gizi...itulah orang telah terbiasa
terlalu kenyang melihat pemimpin senang, membusung.
kini, hanya merindukan rasa lapar
melihat pemimpin yang tak makan untuk orang
melihat pemimpin yang tak makan untuk orang
20 April 2015






No comments:
Post a Comment