Aku melihat kenyataan yang maya
Aku melihat siang kini berubah menjadi petang
Malam kini menjadi penuh gemerlap cahaya
Aku pun melihat dunia maya kini menjadi nyata
Malam tanpa mimpi. . . . . .
Harapan tanpa isi . . . . . . .
Cita-cita yang meninggi. . .
Langkah yang tak pasti . . .
Aku melihat hal-hal yang tak pasti
Aku melihat tuhan-tuhan yang mati
Aju juga melihat hati yang penuh dengki
Aku melihat mata-mata yang teriritasi
Aku hanya melihat dalam mataku saja
Mata yang gersang tak bisa meneteskan air mata
Mata yang hanya melihat panasnya dunia
Mataku, BUKAN MATAMU . . .
Hanya dalam mataku,
Mata yang tak berwarna tak seperti matamu
Mata yang rabun tak seperti MATAMU
Mata yang berkaca tak seperti MATAMU
September 2016






No comments:
Post a Comment